21 Feb 2012

Pentingnya Vitamin dan Mineral untuk Burung

Oleh: Irvan Sadewa, http://www.facebook.com/SuaraBurung
Vitamin (Multivitamin), mineral dan suplemen adalah salah satu faktor penting dalam menjaga stamina dan kebugaran burung, agar burung dapat beraktivitas dan tumbuh dengan normal, maka burung membutuhkan:

1. Karbohidrat dan lemak sebagai sumber energy (tenaga).
2. Protein, mineral, dan air sebagai bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak.
3. Vitamin dan trace mineral sebagai bahan yang diperlukan agar proses atau metabolisme dalam tubuh berjalan sebagai mana mestinya.

Di alam bebas, burung mendapatkan vitamin, mineral dan trace mineral dari makanan yang dikonsumsinya. Akan tetapi karena burung yang kita pelihara di rumah umumnya hanya diberi pakan standar, maka kebutuhan akan vitamin dan mineral kurang mencukupi kebutuhannya. Dan oleh karenanya, perlu diberi makanan tambahan. Tentunya harus dengan takaran, jangan sampai berlebih.

Vitamin yang dibutuhkan burung dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu vitamin yang larut dalam lemak (fat soluble) dan yang larut dalam air (water soluble).

Vitamin yang larut dalam lemak adalah Vitamin A, D, E dan K. Sementara vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B1, B2, B3, B5, B6 dan B12 (biasa disebut dengan B Compleks), Biotin, Folic Acid, dan Vitamin C.

Kebutuhan vitamin berbeda-beda, tetapi burung membutuhkan lebih banyak vitamin pada saat masa pertumbuhan (piyik), mabung, dijodohkan, dan meloloh.

Vitamin yang larut dalam lemak karena mengendap bersama lemak, maka apabila kekurangan efeknya tidak segera terlihat, tetapi apabila berlebih resikonya lebih besar karena baru akan hilang pada saat lemak terbakar menjadi energi. Oleh sebab itu harus hati-hati memberikan vitamin yang larut dalam lemak.

Sebaliknya, vitamin yang larut dalam air apabila kekurangan efeknya akan lebih cepat terlihat, tetapi kalau berlebih lebih kecil resikonya karena akan segera larut bersama urine. Salah satu efek kelebihan vitamin B Complex, misalnya, akan berdampak pada bulu rontok dan mabung lebih cepat atau rampas tidak teratur.

1. Vitamin A
Vitamin A sangat berperan penting agar fungsi psikologis berjalan normal. Tetapi Vitamin A secara khusus sangat penting untuk pertumbuhan badan, reproduksi, daya tahan terhadap infeksi dan penglihatan. Vitamin A banyak terkandung pada jagung, biji-bijian berwarna hijau, sayuran berwarna hijau dan minyak ikan.

Kebutuhan burung terhadap vitamin A /hari sebanyak 80-120 i.u (international unit). Untuk burung yang akan masuk masa breeding dan mengalami gangguan liver akibat pemakaian antibiotik yang berlebihan, maka dosis vitamin A perlu ditambah. Tetapi kalau untuk sehari-hari, kebutuhan vitamin A cukup terpenuhi dari makanan bijian dan kacang hijau atau sayuran.

Pemberian Vitamin A yang berlebihan dapat berpengaruh pada pembentukan tulang yang tidak sempurna dan nyeri pada persendian.

2. Vitamin B Complex
Vitamin B Complex terdiri dari B1, B2, B3, B5 (panthothenic acid), B6, B12, Folic acid, Choline, Inositol dan PABA (paraaminobenzoic acid).

Pemberian B Complex secara berlebihan akan berdampak pada mabung lebih cepat atau mabung tidak beraturan. Sementara efek lain sejauh ini tidak terdeteksi karena mudah terbuang melalui air seni.

- Vitamin B1 sangat penting untuk membangkitkan selera makan dan mempengaruhi metabolisme dimana cadangan karbohidrat digunakan oleh otot untuk menjadi energi. Kekurangan Vitamin B1 akan menimbulkan kelelahan pada otot dan gangguan keseimbangan mental. Kegunaan Vitamin B1 juga untuk pencernaan, sistem syaraf, fungsi jantung, catabolisme (memecah lemak menjadi tenaga) dan metabolisme karbohidrat.

Kebutuhan vitamin B1 /hari adalah 0,1 mg. Vitamin B1 banyak terkandung pada gandum dan jagung, ragi untuk membuat beer, susu, dan kacang-kacangan berwarna hijau.

Kekurangan Vitamin B1 akan berdampak pada kehilangan nafsu makan, gangguan pencernaan, penurunan kondisi, otot lemah, bergetar (ndredeg), dan kaki lemes.

- Vitamin B2 berfungsi untuk metabolisme karbohidrat, pertumbuhan, memulihkan tenaga, dan pertumbuhan piyik dalam telor. Biji-bijian yang dimakan burung pada umumnya kurang mengandung vit B2, tetapi banyak terkandung dalam produk susu, ragi beer, sayuran berwarna hijau dan kacang-kacangan berwarna hijau.
Kebutuhan Vitamin B2 setiap hari sekitar 0,1 mg. Apabila burung mengalami kekurangan Vitamin B2 maka akan berdampak pada kondisi menurun, kinerja menurun, kematian embrio di dalam telur (tidak menetas), dan nervous.

- Vitamin B3 banyak terkandung di ragi beer (brewer’s yeast) dengan kegunaan untuk memperlancar proses pencernaan dan pembentukan sel darah. Kebutuhan vitamin B3/hari sekitar 1-1,5 mg. Burung yang kekurangan Vitamin B3 akan memperlihatkan gejala pertumbuhan lambat, bulu jelek, mabung tidak teratur, dan tidak nafsu makan.

- Vitamin B5 (Panthothenic Acid) berdampak pada kualitas bulu. Kekurangan Vitamin B5 mengakibatkan warna bulu kusam, keriting, dan lambat pertembuhan Vitamin. B5 banyak terdapat pada biji-bijian, ragi beer, dan susu bubuk.

- Vitamin B6 (Pyridoxine) berperan dalam seluruh proses metabolisme dan melawan proses penuaan. Vitamin B6 secara natural banyak terkandung pada gandum, susu bubuk, ragi beer, jagung, kacang2an berwarna hijau. Kegunaan vitamin B6 adalah untuk metabolisme secara umum, mengkonversi lemak dan memulihkan kebugaran. Kebutuhan vitamin B6/hari sekitar 0,25-5 mg.

- Vitamin B12 (Cyanocobalamin) meskipun sangat sedikit dibutuhkan tetapi sangat vital. Kebutuhan burung akan Vitamin B12 diperoleh dari sayur-sayuran dan serangga. Kegunaan Vitamin. B12 adalah untuk sintesis sel darah merah, pertumbuhan embrio dan pertumbuhan burung secara umum. Kebutuhan minimal Vitamin B12 adalah 0,0001 mg/hari.

3. Vitamin C
Burung pada dasarnya dapat memproduksi sendiri Vitamin C yang dibutuhkan. Hal ini menimbulkan kontrovesi apakah perlu tambahan vitamin C. Namun demikian, Vitamin C dibutuhkan dalam hal burung mengalami stress, pemulihan kerusakan pada jaringan (luka) dan meningkatkan daya tahan tubuh burung.

4. Vitamin D
Minyak ikan banyak mengandung vitamin, termasuk vitamin D dan penting sebagai suplemen untuk makanan. Namun demikian, perlu dihatikan, minyak ikan yang terekspos sinar matahari atau udara akan menyababkan kandungan vitamin yang ada akan lenyap secara cepat.

Vitamin D terbentuk di dalam tubuh dengan menggunakan prekursor sinar ultra violet dari matahari. Oleh karenanya burung perlu dijemur setiap hari agar proses pembentukan Vitamin D dapat berjalan dengan baik.

Kegunaan Vitamin. D adalah untuk pengaturan kalsium, pembentukan tulang dan mekanisme ketahanan tubuh. Kebutuhan Vitamin. D setiap hari adalah 20-30 i.u.

Dampak dari kekurangan vitamin D tulang dada bengkok, bentuk telur yang tidak sempurna, tulang yang lemah, dan cangkang telor tipis. Namun demikian harus diperhatikan jangan sampai memberikan minyak ikan secara belebihan.

5. Vitamin E
Vitamin E dikenal juga sebagai vitamin untuk kesuburan. Pada dasarnya semua biji-bijian mengandung vitamin E yang cukup. Akan tetapi biji-bjian yang kualitasnya jelek kandungan vitamin E nya akan rusak. Kombinasi antara vitamin E, A, dan D bermanfaat untuk menjada kesuburan burung pejantan terutama yang sudah berumur.

6. Vitamin K
Kebutuhan Vitamin K dapat dipenuhi oleh burung dari makanan yang berwana hijau. Kegunaan vitamin K adalah memperkuat pembuluh darah dan memperlancar peredaran darah.

7. Trace Elements atau Micro Elements
Trace element sangat penting untuk menjaga akar semua organtubuh berfungsi secara normal, namun jumlahnya sangat sedikit. Trace element yang penting adalah zinc, cobalt, copper, iodine, manganese, molybdenum, iron dan lain-lain. Trace elemen ini banyak terkandung dalam sayur-sayuran seperti kecambah, bayam. kangkung dan salada.

8. Macro Elemen
Berbeda dengan micro element, kebutuhan burung terhadap macro element cukup besar dan karenanya harus selalu tersedia setiap hari. Jenis macro elements yang paling dibutuhkan adalah calsium (Ca) Phosporus (P), Sulphur (S), Sodium (Na) + Cloride (Cl). NaCl = Garam Meja.

Sumber utama macro elements adalah grit dengan komposisi cangkang kerang/cangkang telur (40%), batu merah 40%, garam 5 %, selebihnya bubuk tulang (ground bones). Untuk melengkapi bisa ditambah dengan bubuk arang sebagai zat penyerap racun.

Referensi:
http://www.kicaumania.org/
http://www.omkicau.com/
http://www.smartmastering.com/vitamin-mineral-untuk-burung.html

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar