19 Mei 2018

Amalan menjadi Amal Shalih

Amal shalih adalah  melaksanakan perbuatan baik berdasarkan syariat Islam serta ikhlas karena Allah SWT. semata.



وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ 

"Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya”. (QS Al-Baqarah : 82)

Supaya amalan menjadi amal shalih:
Pertama: dilaksanakan secara ikhlas. 
Allah tidak akan menerima amal melainkan yang di dasari ikhlas karena Allah dan untuk mencari ridha- Nya ".(H.R. Ibnu Majah).
Kedua: Hendaknya sesuai dengan apa yang dibawa oleh Nabi sallallahu alaihi wa sallam. 
Ketiga: hendaknya amalan itu dibangun atas keimanan dan aqidah yang benar.


26 Apr 2018

Bacaan Tasbih Sesudah Shalat


Dari Abu Ad-Darda radiallahu anhu, ia berkata: Kami pernah bertanya, ‘Orang-orang yang kaya itu telah mengambil dunia dan akhirat. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berzakat sebagaimana kami berzakat, mereka berjihad sebagaimana kami berjihad, tetapi kami tidak punya harta untuk bersedekah’. Beliau bersabda, ‘Maukah kau tunjukkan sesuatu yang jika kau kerjakan maka bisa menyusul orang-orang sebelummu dan tidak bisa disusul oleh orang-orang sesudahmu? Bacalah tasbih kepada Alloh setiap habis sholat fardu tiga puluh tiga kali, bacalah tahmid tiga puluh tiga kali, dan bacalah takbir tiga puluh empat kali. Jika engkau melakukan hal itu, maka engkau bisa menyusul orang-orang sebelummu, tetapi tidak bisa disusul oleh orang-orang sesudahmu, kecuali orang yang membaca seperti itu’. [Sanad hadits ini shahih. Lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (35040)].

Doa Sesudah Shalat (5)


Dari Warrad sekretaris Al Mughirah, dari Al Mughirah, ia berkata, ‘Muawiyah menulis surat kepadaku yang isinya, ‘Tulislah untukku sesuatu yang engkau dengar Rasulullah SAW membacanya sehabis shalat’. Al Mughirah lantas menulis:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اللَّهُمَّ لاَمَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaaha illal llohu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu biyadihil khoiir, wahua ‘alaa kulli syaiiingng qodiir, allohumma laamaani’a limaa  a’ toita, walaa mu’tiya limaa mana’t, walaa yangngfa’u dzal jaddi mingngkal jadd.

Tiada tuhan selain Alloh yang Mahaesa tiada sekutu bagi-Nya, bagi-nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Alloh, tidak ada yang bisa menghalangi apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau halangi. Kekayaan orang  yang kaya tidaklah bisa melindunginya dari siksa-Mu’. [Sanad hadits ini shahih. Lihat Shahih Ibnu Khuzaimah (742)].

25 Apr 2018

Doa Sesudah Shalat (4)


Al Harits bin Muslim At-Tamimi menceritakan kepadaku, bahwa ayahnya menceritakan kepadanya, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila engkau telah shalat shubuh, maka bacalah doa berikut sebelum engkau berbicara dengan seorangpun:

اللَّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ
Allohumma ajirnii minan naar

Ya Alloh, jauhkanlah aku dari api neraka (tujuh kali)’. Jika engkau meninggal dunia pada hari itu, maka Alloh pasti menetapkanmu terlindung dari api neraka. Dan jika engkau telah shalat maghrib, maka bacalah seperti itu. Jika engkau meninggal dunia pada malam itu, maka Alloh pasti menetapkanmu terlindung dari api neraka’. [Sanad hadits ini shahih. Lihat Musnad Ahmad (1803)].

Doa Sesudah Shalat (3)


Dari Mu’az bin Jabal radiallahu anhu, ia berkata, ‘Pada suatu hari Rasulullah SAW memegang tanganku, lalu beliau bersabda, ‘Wahai Mu’adz! Demi Alloh, sesungguhnya aku benar-benar mencintaimu’. Mu’adz pun berkata, ‘Demi ayah dan ibuku, ya Rasulullah. Demi Alloh, aku juga mencintaimu’. Kemudian beliau bersabda, ‘Aku mewasiatkan kepadamu, wahai Mu’adz. Janganlah sekali-kali engkau tinggalkan doa selepas shalat:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allohumma a ‘innii  ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik

Ya Alloh, tolonglah aku untuk bersyukur kepada-Mu,berdzikir kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu’.  Mu’adz mewasiatkan doa tersebut kepada Ash-Shanabihi, lalu Ash-Shanabihi mewasiatkan kepada Abu Abdurrahman Al Hubuli, lalu Abu Abdurrahman mewasiatkan kepada Uqbah bin Muslim. [Sanad hadits ini shahih. Lihat Shahih Ibnu Hibban (2020)].