13 Feb 2019

BONUS DEMOGRAFI & AGEING POPULATION MENUJU INDONESIA EMAS 2045


Oleh: A. Saebani, SSi
KSK & Statistisi Pertama di BPS Kabupaten Cianjur
    
                              Populasi penduduk Indonesia ketika menginjak usia 100 tahun nanti atau tahun 2045, diperkirakan akan menembus angka 318,9 juta jiwa. Jumlah penduduk tersebut tertuang dalam proyeksi penduduk Indonesia 2015-2045 yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Data proyeksi penduduk harus menjadi dasar perencanaan, penduduk sebagai fokus pembangunan untuk mencapai bangsa Indonesia yang berkualitas, produktif dan berprestasi. Tingginya pertumbuhan penduduk akan menjadi bencana jika tidak ada perencanaan sedini mungkin. Perubuhan struktur umur penduduk juga akan menjadi problema baik pangan, kesehatan, jaminan sosial maupun ekonomi. 

BACKLOG & RUMAH MENUJU SDGs


       Oleh: A. Saebani, S.Si
KSK & Statistisi Pertama di BPS Kabupaten Cianjur

Perumahan merupakan kebutuhan dasar di samping kebutuhan pangan dan sandang. Program satu juta rumah yang di launcing pada tahun 2015 oleh Presiden Jokowi dan menjadi salah satu proyek strategis nasional. Di saat program sedang digencarkan pemerintah, tetapi tidak sedikit masyarakat berpenghasilan rendah masih banyak yang tinggal di rumah dengan status bukan milik sendiri alias sewa ataupun kontrak. Disamping itu problema perumahan harus menjadi isu penting khususnya pemerintah Jawa Barat dalam mendukung rumah yang sehat dan layak huni.    

AYO SEJAHTERAKAN PETANI !


                                  Oleh : A. Saebani, SSi
 Apakah Indonesia sebagai negara agraris?. Menjadi pertanyaan di tengah masalah besar mengenai masih adanya impor pangan. Kebijakan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan nasional. Ironis, petani sebagai tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia, hampir setengah dari jumlah rumah tangga miskin menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

ANTARA DEMOKRASI DAN INDEKS KORUPSI


Oleh: A. Saebani, S.Si
Sejatinya proses demokrasi di Indonesia harus menghasilkan para politisi yang bersih, amanah dan berintegritas. Harapan besar para politisi terpilih, baik yang menjadi Bupati, Gubernur, Presiden maupun anggota legislatif untuk mencurahkan segala daya dan upaya dalam membangun negeri ini terbebas dari kemiskinan dan keterbelakangan. Tetapi, masih banyak kasus korupsi terjadi di Indonesia baik yang ditangani oleh KPK maupun Kejaksaan serta Kepolisian. Data KPK memperlihatkan (Detiknews.19/11/2018) sudah total 104 kepala daerah menjadi tersangka, dari 37 kepala daerah tersebut tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT). Di duga penyebab korupsi karena masih kurangnya integritas dari para pejabat baik di pusat maupun daerah.

AKHIR POLEMIK DATA BERAS


                                                      
                                                      Oleh: A. Saebani, SSi (**)
                          
Produksi beras nasional menjadi data strategis karena menyangkut kebutuhan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Pemerintah pada hari Senin, 22 Oktober 2018 secara resmi mengumumkan produksi beras nasional tahun 2018 sebesar 56,54 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 32,42 juta ton beras. Hasil perhitungan BPS tersebut diharapkan menjadi tolak ukur kebijakan pemerintah untuk menentukan cadangan beras domestik dalam rangka ketahanan pangan nasional.