15 Jan 2015

Hati-Hati Di Kursi Tertinggi



Di kantor seorang sahabat yang cara kerjanya demikian mengagumkan dan hampir
sempurna, ada sebuah kejadian menarik yang layak jadi cerita menarik. Kendati
boss di perusahaan ini bekerja dengan cara demikian sempurna dan demikian
mengagumkan, ternyata sekretarisnya bekerja dengan cara sebaliknya. Ketika
dimintai tolong untuk mengetik, banyak yang salah ketik. Tatkala dimintai untuk kirim
fax dan e-mail salah. Demikian juga dengan pekerjaan lainnya: salah, salah dan
salah.

16 Des 2014

Menyoal Data PPLS



Pengalaman tahun 2005 terulang lagi. Konflik horizontal kembali timbul. Pemandangan antre dan berdesak-desakan untuk mendapatkan bagian kompensasi kenaikan harga BBM untuk bulan November-Desember Rp 400.000 kembali terjadi. Yang memprihatinkan adalah sampai antrean itu merenggut nyawa di kecamatan Kadipaten Tasikmalaya beberapa waktu yang lalu, seperti diberitakan harian ini melalui tulisan Sdr. Dadang Rahmat Al faruq SPdi MH, dalam “Karut Marut PSKS, Kepala Desa jadi Kambing Hitam”.

3 Des 2014

Bubar Karena Besar



Dulu, ketika saya masih duduk sebagai mahasiswa di fakultas ekonomi, dan sempat
dibombardir oleh ide-ide besar ala banyak ekonom seperti Keynes dan manusia
sejenis, tiba-tiba merasa diinteruspi pikirannya oleh E.F Schumacher melalui
karyanya yang berjudul "Kecil Itu Indah". Anda bayangkan, pikiran yang biasa diajak
untuk mempermainkan variable-variabel yang ditujukan untuk memperbaiki hal-hal
besar, tiba-tiba dibelokkan secara mendadak untuk mencermati sekumpulan hal
yang relatif "kecil".

26 Nov 2014

Biarkan Kedamaian Bicara



Dalam jangka waktu yang amat lama, wacana publik kita ditandai oleh kekerasan
yang memperkuda kedamaian. Tidak hanya setelah republik ini merdeka, jauh
sebelumnyapun sejarah kita sudah ditandai oleh wajah-wajah kekerasan di sana-sini.

6 Nov 2014

Mumpung Masih Diberi Waktu

Setiap mengakhiri sebuah tahun, semua orang dihadang oleh sebuah kenyataan
betapa cepatnya sang waktu berputar dan berlalu. Dan secara tiba-tiba, baru sadar
ketika ada sahabat atau kerabat yang dipanggil kematian. Di situ kita baru merenung,
kita masih diberi sisa waktu.