Bob Sadino adalah
salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar- benar dari bawah
dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Bob berwirausaha karena
"kepepet", selepas SMA tahun
1953, ia
bekerja
di Unilever kemudian
masuk ke Fakultas
Hukum UI karena terbawa
oleh teman-temannya selama beberapa bulan. Kemudian dia bekerja pada McLain and
Watson Coy, sejak 1958 selama 9 tahun berkelana
di Amsterdam dan Hamburg.
20 Jan 2015
15 Jan 2015
Hati-Hati Di Kursi Tertinggi
Di
kantor seorang sahabat yang cara kerjanya demikian mengagumkan dan hampir
sempurna,
ada sebuah kejadian menarik yang layak jadi cerita menarik. Kendati
boss
di perusahaan ini bekerja dengan cara demikian sempurna dan demikian
mengagumkan,
ternyata sekretarisnya bekerja dengan cara sebaliknya. Ketika
dimintai
tolong untuk mengetik, banyak yang salah ketik. Tatkala dimintai untuk kirim
fax
dan e-mail salah. Demikian juga dengan pekerjaan lainnya: salah, salah dan
salah.
16 Des 2014
Menyoal Data PPLS
Pengalaman tahun 2005 terulang
lagi. Konflik horizontal kembali timbul. Pemandangan antre dan berdesak-desakan
untuk mendapatkan bagian kompensasi kenaikan harga BBM untuk bulan
November-Desember Rp 400.000 kembali terjadi. Yang memprihatinkan adalah sampai
antrean itu merenggut nyawa di kecamatan Kadipaten Tasikmalaya beberapa waktu
yang lalu, seperti diberitakan harian ini melalui tulisan Sdr. Dadang Rahmat Al
faruq SPdi MH, dalam “Karut Marut PSKS, Kepala Desa jadi Kambing Hitam”.
3 Des 2014
Bubar Karena Besar
Dulu,
ketika saya masih duduk sebagai mahasiswa di fakultas ekonomi, dan sempat
dibombardir
oleh ide-ide besar ala banyak ekonom seperti Keynes dan manusia
sejenis,
tiba-tiba merasa diinteruspi pikirannya oleh E.F Schumacher melalui
karyanya
yang berjudul "Kecil Itu Indah". Anda bayangkan, pikiran yang biasa
diajak
untuk
mempermainkan variable-variabel yang ditujukan untuk memperbaiki hal-hal
besar,
tiba-tiba dibelokkan secara mendadak untuk mencermati sekumpulan hal
yang
relatif "kecil".
26 Nov 2014
Biarkan Kedamaian Bicara
Dalam
jangka waktu yang amat lama, wacana publik kita ditandai oleh kekerasan
yang
memperkuda kedamaian. Tidak hanya setelah republik ini merdeka, jauh
sebelumnyapun
sejarah kita sudah ditandai oleh wajah-wajah
kekerasan di sana-sini.
Langganan:
Postingan (Atom)