9 Jan 2011
Kemiskinan Absolut Harus Ditinggalkan
Prof Carunia Mulya Firdausy PhD
Profesor Riset Bidang Ekonomi LIPI
Wakil Presiden Boediono dalam pengarahannya pada Rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada awal Desember 2010 lalu menyatakan, komitmen untuk mengurangi kemiskinan secara nasional jangan dijadikan sekadar bermain-main dengan angka statistik, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam bentuk tercapainya kesejahteraan. Oleh karena itu, sangat penting upaya untuk terus-menerus meningkatkan pertumbuhan secara regional dengan program infrastruktur, peningkatan investasi, dan lainnya agar tercapai penurunan angka kemiskinan.
6 Jan 2011
Pengambilan Sumpah PNS dan Pelantikan KSK
Pada tanggal 5 Januari 2011 bertempat di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat telah diambil sumpah sejumlah PNS dan Pelantikan Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) untuk lingkup PNS BPS Kabupaten Subang, Purwakarta, Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi dan BPS Provinsi Jawa Barat.
BPS Pilih Opsi Larangan BBM Bersubsidi untuk Seluruh Mobil Plat Hitam
Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menilai penerapan opsi pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk seluruh kendaraan berplat hitam akan lebih sederhana jika dibandingkan dengan opsi larangan untuk mobil di atas 2005.
Terapkan Reformasi, BPS Siap Depak Pegawainya
BANDUNG - Seperti layaknya lembaga pemerintahan lainnya yang tengah berjuang untuk melakukan reformasi birokrasi, Badan Pusat Statistik (BPS) pun siap melakukan reformasi terhadap sumber daya manusia-nya (SDM).
Memahami Angka Kemiskinan di Indonesia
Jousairi Hasbullah
Analis Statistik Sosial
Kepala Biro Humas dan Hukum BPS-RI
Persoalan kemiskinan di Indonesia senantiasa menjadi perdebatan. Angka yang disajikan kadang dipandang kurang sesuai dengan realitas yang dihadapi masyarakat. Harian Republika, Rabu (5/1) melalui tajuknya yang berjudul "Angka dari Langit" memandang angka kemiskinan yang diklaim oleh pemerintah turun sebesar 1,5 juta orang kurang cocok dengan realita. " Dari Jepara, enam bersaudara tewas akibat mengonsumsi tiwul". "Di Bekasi, tak jauh dari Jakarta, kita masih menemukan anak-anak yang kekurangan gizi karena orang tua mereka tidak memiliki cukup uang," demikian tulis Republika. Bagaimana memahami angka kemiskinan ini dengan proporsional? Ini salah satu tantangan kita.
Analis Statistik Sosial
Kepala Biro Humas dan Hukum BPS-RI
Persoalan kemiskinan di Indonesia senantiasa menjadi perdebatan. Angka yang disajikan kadang dipandang kurang sesuai dengan realitas yang dihadapi masyarakat. Harian Republika, Rabu (5/1) melalui tajuknya yang berjudul "Angka dari Langit" memandang angka kemiskinan yang diklaim oleh pemerintah turun sebesar 1,5 juta orang kurang cocok dengan realita. " Dari Jepara, enam bersaudara tewas akibat mengonsumsi tiwul". "Di Bekasi, tak jauh dari Jakarta, kita masih menemukan anak-anak yang kekurangan gizi karena orang tua mereka tidak memiliki cukup uang," demikian tulis Republika. Bagaimana memahami angka kemiskinan ini dengan proporsional? Ini salah satu tantangan kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
